Hidup di kos menuntut kamu serba mandiri — termasuk soal urusan cucian. Masalahnya, banyak anak kos yang baru pertama kali cuci sendiri justru tanpa sadar melakukan kebiasaan yang bikin baju cepat rusak, warna pudar, atau bahkan menyusut. Yuk kenali 5 kesalahan paling umum berikut ini.
Ini kesalahan klasik nomor satu. Mencampur pakaian berwarna gelap dengan putih, atau pakaian baru dengan yang lama, bisa menyebabkan bleeding warna — warna dari pakaian baru luntur dan menodai pakaian lain. Pisahkan minimal menjadi tiga kelompok: putih, warna terang, dan warna gelap.
Logika "makin banyak deterjen makin bersih" itu keliru. Deterjen berlebih justru sulit dibilas dan menyisakan residu di serat kain, membuat pakaian kaku, mudah menguning, dan bahkan bisa mengiritasi kulit. Ikuti dosis yang tertera di kemasan.
Air panas memang efektif membunuh bakteri, tapi tidak semua kain tahan panas. Bahan seperti spandex, rayon, dan wol bisa menyusut atau rusak jika dicuci dengan air terlalu panas. Baca label perawatan di bagian dalam pakaianmu sebelum mencuci.
Tekanan tugas kuliah sering bikin kita buru-buru. Tapi menyimpan pakaian yang belum benar-benar kering ke dalam lemari adalah resep paling ampuh untuk menumbuhkan jamur dan bau apek. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan.
Pakaian berwarna — terutama yang motif sablon atau tie-dye — sebaiknya dicuci dalam kondisi terbalik. Gesekan di dalam mesin cuci bisa mengikis lapisan warna pada bagian luar, membuat sablon cepat retak dan warna cepat pudar.
Kalau jadwal kuliahmu sudah padat, biarkan KilatWash yang urus cucianmu dengan cara yang benar. Tim kami terlatih memilah dan mencuci setiap jenis pakaian sesuai standar perawatan. Pesan via WhatsApp sekarang, dijemput dalam 30 menit!